Kamis, 09 Oktober 2014

Mengubah Batu Menjadi Roti?


Mat 4:1-4
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


Kisah pencobaan pertama di padang gurun cukup relevan bagi gereja masa kini yang hidup pada era ketika materialisme, narsisisme dan hedonisme sedang merambah.
Materialisme adalah mengukur standar keberhargaan berdasarkan materi yang dimiliki, Narsisisme adalah cinta akan diri sendiri,  
Hedonisme adalah menikmati kesenangan hidup.

Mari kita lihat bersama-sama.

Yesus sudah berpuasa selama 40 hari 40 malam, kemudian Iblis datang untuk mencobainya.

Perhatikan disini bahwa puasa Tuhan Yesus sudah selesai setelah 40 hari 40 malam.

Apa artinya?
Pada saat itu,
Tuhan Yesus sudah berhak untuk makan.

Ia sudah boleh buka puasa.

Di saat itulah,
Iblis datang mencobainya.

Iblis bukan makhluk bodoh.
Sebodoh apakah Iblis jika ia mencobai Yesus Sang Anak Allah pada saat Tuhan Yesus sedang berpuasa?
Justru karena licik, maka Iblis datang mencobai Yesus Kristus setelah selesai masa puasaNya.

Iblis mengatakan:
'Jika Engkau Anak Allah...'

Apakah Iblis tau bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Iblis tau.

Lalu mengapa Iblis menggunakan kalimat tersebut?
Karena Iblis sedang berusaha untuk 'memancing' Tuhan Yesus.

Apa sih arti yang identik dengan kata 'Anak Allah'?

Jabatan 'Anak Allah' itu identik dengan 'kedudukan',
Kedudukan akan menggambarkan 'status'.
Bersamaan dengan status akan datang 'hak'.
Apa sajakah hak-hak Anak Allah?
Banyaaaaak

Anak Allah itu berhak mendapatkan pemeliharaan Allah,
Anak Allah itu berhak mendapatkan jaminan Allah,
Anak Allah itu berhak mendapatkan fasilitas dari Allah,
Anak Allah itu berhak mendapatkan otoritas dari Allah,
Anak Allah itu berhak mendapatkan perlindungan dari Allah
Anak Allah itu berhak menikmati sumber daya dari Allah,
Pokoknya hak, hak dan hak.

Familiar dengan hal ini?
Mungkin kita sering dengar di gereja?
Dengan diiringi tepuk tangan gegap-gempita dari jemaat?

Yesus Kristus adalah Anak Allah dan berhak atas semua itu.
Juga benar bahwa kita adalah anak-anak Allah yang berhak atas semua itu juga.

Iblis seolah mengatakan:
'Hei, Kau ini Anak Allah.
Kau punya hak atas pemeliharaan Allah.
Sekarang puasaMu sudah selesai.
Gunakanlah otoritasMu untuk mengklaim pemeliharaan Allah.
Ubahlah batu ini jadi roti!'


Iblis menggoda Yesus Kristus untuk bertindak menggunakan hakNya sebagai Anak Allah.

Semuanya pas.
Puasa sudah selesai,
Otoritas punya,
Status dan kedudukan cocok.
Apa lagi yang kurang???


Apa tindakan Yesus Kristus?

Tuhan Yesus berpikir dalam hatiNya :
'Masih kurang satu'
BAPA belum menyuruh Aku untuk melakukannya.

Yesus memang adalah Anak Allah.
Tapi Ia tidak lupa,
Bahwa Ia juga adalah Hamba Allah.


Ia punya hak,
Tapi hakNya tidak boleh lebih ditonjolkan lebih dari kewajibanNya.

Sebagai hamba, Ia wajib taat.

Bapa belum menyuruhNya untuk buka puasa.
Bapa tidak menyuruhNya untuk mengubah batu menjadi roti.

Bapa belum mengeluarkan firman.

Yesus Kristus berpikir :
Jika Bapa mau Aku puasa 1 hari lagi,
Aku akan melakukannya.


Yesus Kristus tau suara BapaNya.
Ia tau pikiran yang terlintas itu bukanlah dari Bapa.

Karena itu Ia menjawab:
'Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.


Artinya, Ia menunggu approval Bapa.
Menunggu Bapa berkata: Ya!
Itulah Hamba.

Yesus Kristus berpendapat:
'Aku tidak akan mati karena tidak makan roti. HidupKu di tangan Bapa. Walau Aku punya hak dan otoritas, tapi Aku adalah hamba yang melakukan keinginanNya dan Ia belum inginkan Aku untuk makan.'

Antara hak dan kewajiban.
Utamakan mana?
Pilih mana?
Pilih hak-hak Anak Raja?
Ataukah dahulukan tugas Hamba Raja?
Ikuti kehendak Anak Raja?
Ataukah taati perintah Sang Raja?
Pilih mana?
Kristus memilih ke-Hamba-an.

---------

Praktek mengubah batu menjadi roti.
Pernah dengar?

Mungkin belum.

Kalo praktek ini pernah denger ga :
Mengubah motor menjadi mobil?

Caranya?
Tumpang tangan dan perkatakan berulang-ulang :
'Kamu jadi mobil!


Kok bisa?
Ya bisa dong,
Kamu kan anak Allah yang punya otoritas!

-----------
Saya selalu berpikir bahwa pencobaan di padang gurun bukanlah Iblis muncul secara nyata di hadapan Kristus.
Jika Iblis muncul dalam keadaannya sebagai Iblis, siapakah yang mau mengikuti penyesatannya?
Kekuatan tipu daya Iblis adalah karena ia tidak terlihat.
Iblis itu berselubung, bersembunyi, mengendap di ketiadaan sambil melontarkan sengatan dalam benak kita.
Demikianlah saya membayangkan bahwa Iblis hadir di padang gurun di samping Kristus tidak secara nyata. Ia datang mcobai Kristus dengan bisikan seolah bisikan itu adalah suara hati Kristus itu sendiri.

Mengapa demikian?
Karena bgitulah kita mngalaminya!

Iblis berbisik pada kita seolah suara itu adalah benak kita sendiri.

Dan apakah kamu sudah pernah mendengar bisikan :

Ayo...kamu anak Allah, kamu anak Raja, klaimlah hakmu, ubahlah keinginanmu menjadi nyata dengan menggunakan kuasa kerajaan. Kamu berhak memperoleh dan menikmatinya.
Gunakan otoritasmu...
2 Tim 3:2
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

2 Tim 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Kristus mendahulukan kewajibanNya, Ia menanti-nanti kehendak BapaNya sebelum bertindak. Ia merendahkan diri di hadapan Bapa.
Begitulah perhambaan yang menjadi teladan bagi kita semua.

Berhati-hatilah terhadap segala pikiran klaim-klaim-klaim
Tidak semua pemikiran 'klaim hak' adalah dari Bapa kita di Sorga.   

Lebih penting lagi,
Status kita sebagai anak Allah tidak berarti segala keinginan kita pasti juga keinginan Bapa.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Tidak ada komentar:

Lead Us Not Into Temptation

Yak 1:12-13 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang di...