Selasa, 19 April 2016
Apakah Makanan Haram Menajiskan?
Sangat disesalkan bahwa makanan haram versi Taurat masih juga menjadi perdebatan beberapa denominasi pada masa kini.
Ada yang bilang boleh, ada yang bilang ngga boleh.
Jadi bagaimanakah kita bersikap terhadap topik ini?
Saya tidak akan banyak mengutip ayat-ayat terkait kedudukan Taurat di Perjanjian Baru karena rasanya kawan-kawan pembaca sudah memahami itu semua.
Saya tertarik pada ucapan Tuhan Yesus ini:
Mat 15:11
Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang
Kok bisa begitu ya?
-----
Di dalam Taurat, ada hal-hal yang haram dan menajiskan
(Bahasa Ibrani:Tame=unclean/kotor/jijik/tidak bersih/tidak patut).
Tetapi tidak semua yang haram dan menajiskan itu menyebabkan orang yang mengalaminya jadi bersalah.
Misalnya hari ini Anda mimpi basah.
Dengan mimpi basah, maka menurut Taurat Anda jadi najis (kotor, tidak bersih) tetapi Anda tidak berdosa.
Mimpi basah kan sambil tidur, keadaan Anda tidak sadar.
Jika memang sudah waktunya mimpi basah menurut jam biologis Anda ya harus terjadilah itu.
Kita perlu memahami bahwa dalam Taurat ada yang mendatangkan dosa, ada juga yang sebatas najis.
Mungkin beberapa orang mengaitkan bahwa yang najis sudah pasti dosa.
Tidak begitu dalam Taurat.
Najis itu bisa jadi hanya sebatas 'kotor, jijik, tidak bersih atau tidak patut'.
-----
Menstruasi wanita itu menajiskan, tapi menstruasi itu alamiah, semua wanita mengalami. Apakah proses menstruasi yang diciptakan Tuhan mendatangkan dosa?
Tidak.
Sakit kusta itu menajiskan, tapi siapa juga yang sengaja mau sakit? Jika ada orang terkena penyakit ini, apakah ia otomatis berdosa karena bakteri Leprae itu?
Tidak.
Pria mengeluarkan air mani saat berhubungan dengan isterinya maka keduanya jadi najis, tapi suami-isteri memang harus berhubungan seks. Apakah setiap suami-isteri melakukan hubungan seks maka mendatangkan dosa sehingga wajib meminta ampun? Tentu tidak.
Perempuan melahirkan disebut najis. Lha mendatangkan bayi ke dunia adalah kejadian mujizat dari Tuhan, tentunya ini bukan dosa.
Jadi harap diketahui bahwa tidak semua hal yang menajiskan membuat orang jadi bersalah/berdosa.
Kadang kenajisan itu diatasi hanya dengan pembersihan atau hanya menunggu terbenamnya matahari.
-----
Kembali ke makanan haram.
Apakah makanan haram itu menajiskan menurut Taurat?
Ya.
Makanan haram pada masa itu dianggap kotor, jijik, tidak patut, tidak bersih.
Tapi apakah makanan haram mendatangkan dosa bagi yang memakannya?
Tidak.
Apa buktinya?
Di dalam Taurat Musa tidak ada konsekuensi hukuman apapun jika seseorang memakan daging yg diharamkan.
Taurat Musa tidak menuliskan bahwa memakan makanan-haram itu menjadikan seseorang bersalah/berdosa.
Orang yang memakan makanan-haram tidak menjadi najis hingga matahari terbenam dan tidak menajiskan siapapun yang bersentuhan dengannya. Tidak ada konsekuensi apapun di Taurat bagi mereka yang memakan makanan haram.
Mahkamah Agama Yahudi memang berperan menerapkan hukuman/solusi jika seseorang makan babi, namun hukuman ini bukan dari Taurat melainkan mereka tetapkan sebagai sanksi sosial.
Pada masa kini jika ada seorang Yahudi memakan babi (sengaja atau tidak), maka ia cukup mencuci mulut saja untuk menyucikan dirinya.
Ia tidak usah potong kambing, lembu, domba ataupun merpati sebagai korban penebus salah.
Dari situ kita dapat melihat bahwa daging binatang apapun pada dasarnya tidak mdatangkan dosa bagi siapapun yang memakannya. Daging binatang tidak mendosakan manusia.
Inilah yang dimaksudkan Tuhan Yesus.
Apa yang masuk ke mulut tidak dapat membuat seseorang bersalah.
Yang membuat orang bersalah adalah apa yang keluar dari hatinya.
Ya, binatang haram pada masa itu adalah kejijikan, membuat seseorang kotor (unclean) tetapi tidak membawa dosa pada orang itu.
-----
Lalu mengapa ada aturan makanan halal dan haram di Taurat Musa?
Aturan makanan halal dan haram ditujukan agar umat Israel membedakan diri dari bangsa-bangsa Kanaan yg berdiam di sekelilingnya.
Im 20:26
Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
Fungsi aturan makanan-haram pada masa itu adalah menjadi faktor pembeda antara umat Israel dengan bangsa-bangsa lain di sekeliling mereka.
Pada masa Taurat, manusia adalah kedagingan maka hal-hal lahiriah digunakan sebagai faktor pembeda.
Cara mencukur rambut, cara berpakaian, cara ibadat, cara membagi waris sampai cara mengolah makanan, semua itu menjadi alat pembeda antara bangsa Israel dengan bangsa lain.
Dengan kata lain, umat Israel harus menunjukkan perbedaan kultur terhadap bangsa-bangsa lain sebagai identitas mereka.
Saya berikan contoh,
Di dalam peraturan perundangan Indonesia, ada aturan/tata cara menghormat bendera.
Bendera itu identitas kenegaraan yang harus dihormati dengan cara-cara tertentu.
Siapa yang melanggar akan ditangkap dan dihukum.
Nah, aturan hormat bendera ini apakah ada kaitannya dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa?
Tentu tidak ada.
Aturan bendera tidak ada hubungannya dengan religiusitas melainkan rasa kebangsaan.
Begitupun aturan makanan halal/haram tidak ada kaitannya dengan dosa melainkan dengan identitas ke-Yahudi-an.
Makanya sia-sia jika kita Gereja hingga saat ini mengharapkan pembenaran dan keselamatan dari Tuhan dengan cara menaati hukum makanan.
Tidak ada hubungannya.
Selain itu, aturan najis/tahir diterapkan untuk alasan kesehatan.
Kondisi masa lalu tentu beda dengan masa kini.
Dahulu kusta adalah penyakit sangat ganas, sehingga dengan status kenajisan diharapkan penyebaran penyakit ini dapat dibendung.
Mungkin saja dahulu ada kekotoran tertentu dari binatang haram sehingga berbahaya bagi orang yang memakan dagingnya. Mungkin juga pada masa itu Israel harus bercampur dengan bangsa Kanaan untuk penyediaan daging tersebut dan bangsa Kanaan menyiapkan daging dengan kurang bersih atau gaya hidup mereka kurang bersih.
-----
Apakah sekarang masih relevan?
Kini Injil diberitakan ke seluruh bumi tanpa memandang kebangsaan, ras, kesukuan maupun negara.
Dengan multi-kultur ini maka aturan halal-haram tidak lagi relevan.
Orang Kristen tidak 'dikeluarkan' dari kesukuannya, atau kebangsaannya, atau rasnya, melainkan menjadi terang di tengah-tengah suku, bangsa dan ras dimanapun dia berada.
Kini orang Kristen dikenali dari perilakunya, yaitu apapun yang keluar dari hati dan mulutnya.
Seorang Kristen dapat duduk makan dengan siapapun juga sesuai budaya setempat dengan bebas sepanjang tidak menimbulkan batu sandungan.
Yang masih perlu diperhatikan adalah alasan kesehatannya.
Sepanjang penyiapan makanan dilakukan dengan higienis, maka kita tidak perlu khawatir dengan dagingnya.
-----
Bagaimana jika ada denominasi yang masih meyakini adanya makanan yang mengharamkan?
Biarkanlah saja.
Siapapun bebas menerapkan standar bagi mereka sendiri sepanjang mereka memahami bahwa standar tersebut bukan hal yang baku dan bukan faktor pembenaran keselamatan.
Jika saya tidak mau makan babi seumur hidup saya, maka silakan tidak makan babi bagi kemuliaan Tuhan menurut standar diri saya sendiri.
Yang penting kita semua tau bahwa daging babi tidak mengandung janji keselamatan kekal di dalam setiap serat-seratnya.
Tuhan Yesus memberkati.
Jumat, 15 April 2016
Emangnya Pernah Yesus Kristus menyebut diri-Nya sebagai Allah?
Demikianlah beredar tuduhan umat agama lain terhadap keilahian Yesus Kristus.
Mereka simply tidak menemukan adanya ayat dimana Yesus Kristus secara blak-blakan menyebut diri-Nya sebagai Allah MahaKuasa (padahal jikapun ketemu, mereka mungkin tetap tidak percaya).
Apakah memang tidak ada?
Owhhh ternyata ada dan ternyata banyak, jikalau kita memahami konteks budaya setempat.
-----
Apakah ada perkataan Yesus Kristus yang blak-blakan bahwa Dia adalah Allah?
Ada!
Why 1 :12-18
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
Why 21:6-8
Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Why 22:12-13
Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
Nah, kutipan nas di atas adalah ucapan Yesus Kristus kepada Rasul Yohanes di Kitab Wahyu.
Di situ Yesus Kristus memperkenalkan diriNya sebagai:
- Anak Manusia
- Yang Awal dan Yang Akhir
- Yang Mahakuasa
- Sudah Mati tetapi Hidup Selama-lamanya
- Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian
- Allah
Jadi sudah terjawab bahwa Yesus Kristus memang menyebut diriNya sendiri sebagai Allah.
Ayat paralelnya ada di Perjanjian Lama :
Yes 41:4
Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, Tuhan, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.
Yes 44:6
Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.
Yes 48:12
Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!
Gelar Yesus Kristus adalah gelar YHVH, Allah Israel.
-----
Apakah ada nubuat dari nabi bahwa Yesus Kristus adalah Mesias dan Allah sekaligus?
Ada juga!
Yes 9:6
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai
Nabi Yesaya menubuatkan kelahiran dan kedatangan Mesias yang adalah:
- Penasihat Ajaib (terjemahan lain:namaNya disebutkan Ajaib, Sang Penasihat)
- Allah yang Perkasa
- Bapa yang Kekal
- Raja Damai
Bukankah cocok semua ini dengan ucapan Tuhan Yesus di kitab Wahyu?
-----
Apakah selama Ia melayani di bumi ada menyebut diriNya sebagai Allah?
Tentunya ada!
Ia bahkan diserahkan pada Wali Negeri Roma atas tuduhan menyamakan diri dengan Allah.
Bagaimanakah orang Yahudi dapat sampai pada tuduhan bahwa Yesus Kristus menyamakan diri dengan Allah?
Perlu dipahami bahwa pada masa Ia berkarya di bumi, Tuhan Yesus hidup di tengah-tengah orang Yahudi.
Karna itu Dia berbicara dengan bahasa yang dimengerti orang Yahudi, dengan konsep yg dipahami orang Yahudi, dengan budaya yg dijalani orang Yahudi.
Kita harus memahami perkataan, perbuatan dan perumpamaan Yesus Kristus dari konteks Yahudi.
Marilah kita coba bahas.
-----
Yoh 8:53-59
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Inilah pernyataan yang menggegerkan.
Yesus mengatakan bahwa Ia lebih besar dari Abraham dan sudah ada sebelum Abraham ada.
Orang Yahudi sangat paham maksud Tuhan Yesus dan mereka hendak melempari Dia karena tahu bahwa Yesus Kristus telah menyamakan DiriNya dengan Allah.
-----
Yoh 10:24-33
Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Aku dan Bapa adalah satu."
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
Lagi-lagi Tuhan Yesus berbicara sedemikian rupa sehingga orang Yahudi paham bahwa Ia menyamakan diri dengan Allah.
Ia katakan bahwa diriNya memberikan hidup yang kekal dan merupakan Satu dengan Bapa.
-----
Yoh 14:6-9
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Ketika Filipus meminta Tuhan Yesus untuk menunjukkan keberadaan Bapa,
Maka Tuhan Yesus menjawab :
'Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa'
Lagi-lagi bukti yang sangat gamblang bahwa Tuhan Yesus menyamakan DiriNya dengan Allah.
-----
Luk 5:18-25
Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
Satu lagi.
Siapakah yang bisa mengampuni dosa?
Siapakah yang mengetahui pikiran manusia?
Hanya Allah saja.
Orang Yahudi sangat paham hal ini,
Mereka setahun sekali mengadakan upacara pendamaian antara Allah dan manusia, jadi hanya Allah yang dapat mengampuni dosa.
Tetapi Tuhan Yesus membuat penyembuhan yang mencolok mata.
Jika Tuhan Yesus tidak berkuasa mengampuni dosa, maka orang lumpuh itu tidak akan sembuh.
Kesembuhan orang lumpuh itu adalah bukti nyata ke-Allah-an Yesus di hadapan orang Yahudi.
-----
Mat 12:2-8
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
Bayangkan, Yesus Kristus berkata bahwa Ia melebihi Bait Allah.
Siapa yang melebihi Bait Allah?
Sudah pasti Allah saja, yang Pemilik Bait Allah.
Tuhan Yesus katakan bahwa Anak Manusia adalah Tuhan (Boss) atas hari Sabat.
Siapakah Tuhan (Tuan) atas hari Sabat?
Ya pasti Allah.
Dengan mengatakan bahwa Ia lebih besar daripada Bait Allah dan bahwa Ia adalah Tuan atas Sabat, maka Yesus telah menyamakan DiriNya dengan Allah.
Itulah sebabnya para muridNya melanggar hari Sabat tetapi tidak bersalah karena Allah sendiri yang langsung perintahkan.
-----
Yoh 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Ini adalah ayat berisi pengakuan langsung bahwa Ia adalah Tuhan (Tuan).
-----
Mat 26:62-65
Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
Tuhan Yesus diminta untuk memberikan klarifikasi:
Apakah Dia Anak Allah atau bukan.
Jika Tuhan Yesus katakan 'Ya',
Maka Tuhan Yesus akan djatuhi hukuman mati karena telah menghujat Allah.
Di dalam alam pikiran orang Yahudi, istilah Anak Allah itu merujuk pada Mesias yang mereka nanti-nantikan (konsep ini diperoleh dari Kitab Daniel dan Kitab Henokh yang populer pada masa itu)
Bagi orang Yahudi, istilah Anak Allah itu ya sama dengan Allah.
Jika Tuhan Yesus katakan 'Tidak',
Maka loloslah Dia dari hukuman mati karna tidak terbukti menghujat Allah.
Jika Tuhan Yesus bukan Allah,
Ia tinggal katakan 'Tidak'.
Misal :
'Oooo...bukan. Kalian jangan salah. Saya manusia biasa saja, bukan Allah bukan juga Anak Allah. Kalian smua telah salah paham. Maka skarang, silakan lepaskan saya.'
Tapi Dia tidak katakan itu.
Dia tidak menyangkal dan tidak menolak.
Pada akhirnya Ia mengeluarkan pernyataan yg menggegerkan :
Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.
Duduk di sebelah kanan menyatakan tentang persamaan derajat.
Orang Yahudi paham bahwa Tuhan Yesus telah menyamakan DiriNya dengan Allah.
Maka Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati.
Selama proses penghukuman,
Tidak pernah sekalipun Yesus berusaha mencabut pernyataanNya tersebut.
-----
Mari kita rekap.
1. Ia berkata bahwa Ia lebih besar dari Abraham, sudah ada sebelum Abraham ada
2. Ia memberikan hidup yang kekal, Ia dan Bapa adalah satu
3. Ia berkata bahwa siapa yang melihat Dia berarti telah melihat Bapa
4. Ia berkata bahwa Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup.5
5. Ia mengampuni dosa
6. Ia berkata bahwa diriNya melebihi Bait Allah, adalah Tuhan atas hari Sabat
7. Ia berkata bahwa diriNya adalah Guru dan Tuhan
7. Ia berkata bahwa diriNya adalah Anak Allah
8. Ia berkata bahwa diriNya adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Mahakuasa
Telah terbukti dengan sah dan meyakinkan bahwa Yesus adalah Allah dan mengatakan bahwa DiriNya adalah Allah.
Ada satu lagi,
Cara Ia berbicara.
Selain dari gaya bicaraNya yang berotoritas, Ia pun berkali-kali merujuk pada diriNya sendiri dengan kalimat 'Akulah' (bahasa Yunani=ego eimi).
Mengapa kalimat ini jadi signifikan?
Dalam kitab Perjanjian Lama versi Yunani (septuaginta), kata 'ego eimi' digunakan oleh Allah Israel (YHVH) saat berbicara tentang diriNya.
Kel 3:14
Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." (ego eimi) Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
Jadi cara Kristus berbicara tentang diriNya mengingatkan para rabbi Yahudi dan agamawan Yahudi tentang cara bicara Allah Israel.
Anda bayangkan saja jika ada kawan Anda sering bicara menggunakan kalimat yang identik digunakan Allah saat berbicara tentang diriNya.
Lama-lama Anda juga bisa risih mendengarnya. Mungkin saja Anda akan menegur dia agar tidak bicara seperti itu.
Itulah yang Tuhan Yesus alami. Gaya bicara Dia tidak disukai oleh para agamawan karena mereka tidak dapat menerima cara hidupNya yang 'tidak relijius seperti mereka'.
Jadi demikianlah sudah kita bahas bahwa Yesus Kristus benar-benar adalah Allah.
Tuhan Yesus memberkati.
Kamis, 14 April 2016
Nephilim
Kej 6:1-4
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
Pada waktu itu orang-orang raksasa (nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
Nas ini sangat menarik karena menimbulkan banyak spekulasi.
Spekulasi yang paling kuat berasal dari Kitab Henokh (Book of Enoch).
Kitab Henokh adalah karya sastra Yahudi pada sekitar abad ke-3 atau abad ke-1 SM dan tidak jelas siapa penulisnya. Tentunya kitab ini tidak ditulis oleh Henokh (walau kitab ini mengaku bahwa penulisnya adalah Henokh sendiri) sehingga kitab ini tergolong pseudographia.
Gereja tidak mengakui kitab ini sebagai bagian dari Kanon Alkitab, begitu juga kitab ini tidak dimasukkan oleh agamawan Yahudi dalam Tanakh (Kitab Suci Agama Yahudi), tetapi kitab tampaknya ini mendapat tempat istimewa di beberapa kalangan Yahudi dan beberapa bapa Gereja.
Yudas (penulis Surat Yudas) mengutip langsung dari Kitab Henokh ketika menjelaskan mengenai kedatangan kedua Kristus:
Yud 1:14, 6
Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya
hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."
Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar
Itulah misteriusnya kitab Henokh, dia tidak kanonik, tidak masuk dalam Alkitab, tidak tergolong sabda Tuhan yang diinspirasikan, tetapi dikutip oleh Yudas dalam suratnya.
Sekilas pandang saja, apa kata kitab Henokh mengenai nephilim?
Allah mengutus beberapa malaikat untuk menjadi Penjaga (The Watchers) bagi manusia. Para Penjaga ini kemudian datang ke bumi dengan tujuan untuk membantu manusia. Seiring berjalannya waktu, para Penjaga ini melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik dan menarik, maka mereka mengambil bentuk wujud manusia, berhubungan seks dengan perempuan lalu melahirkan para nephilim. Para Penjaga ini juga mengajari manusia hal-hal yang belum waktunya diketahui.
Tuhan murka lalu memutuskan untuk menghakimi para Penjaga ini. Mereka lalu dikenal sebagai Fallen Angels dan dipenjara di jurang maut. Para Nephilim dan manusia yang jahat kemudian dimusnahkan oleh air bah.
Jadi kitab Henokh ini menyebutkan mengenai kawin silang antara malaikat Allah (makhluk spiritual) dengan manusia.
Mereka yang familiar dengan kitab Henokh akan mengartikan nas Kitab Kejadian bahwa anak-anak Allah adalah para malaikat jatuh, sedangkan anak-anak manusia adalah manusia. Keturunannya menjadi para raksasa (nephilim).
-----
Bagaimanakah kisah ini jika kita bandingkan dengan prinsip-prinsip dalam Alkitab?
Makhluk beristilah 'Penjaga' bukanlah hal yang asing di Alkitab.
Nebukadnezar dalam kitab Daniel ada menyebutkannya.
Dan 4:13
Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit.
Kitab Daniel dan kitab Henokh sama-sama mengindikasikan bahwa Penjaga adalah semacam makhluk sorgawi kemungkinan besar adalah malaikat yang ditugaskan untuk menjaga.
Mungkinkah makhluk rohaniah ini berhubungan seks dengan manusia?
Yesus Kristus mengatakan bahwa di sorga kelak, manusia akan hidup sama seperti malaikat yaitu tidak kawin dan tidak mengawinkan secara biologis.
Jadi kita pahami bahwa malaikat tidak saling kawin di sorga.
Tapi ya itu, 'di sorga'.
Bagaimana jika malaikatnya mampir ke bumi? Bisakah ia kawin dengan manusia?
Seharusnya tidak.
Bagaimana ceritanya makhluk rohani bisa berketurunan jasmaniah?
Benihnya darimanakah?
Apakah malaikat punya kuasa mencipta janin?
Saya masih bisa terima jika dikatakan si malaikat merasuki tubuh laki-laki kemudian menggunakan tubuh itu untuk berhubungan seks dengan perempuan.
Jikapun demikian, benihnya adalah benih manusia normal saja, bukan?
Malaikat yang sedianya tidak saling kawin di sorga tentunya tidak perlu diperlengkapi dengan benih sperma, bukan?
Saya ragu nephilim adalah keturunan malaikat dengan manusia.
Saya tidak bisa menerima alur teori dari kitab Henokh ini.
Lalu bagaimana penjelasan yang lebih terkesan Alkitabiah?
Kej 6:1-4
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
Pada waktu itu orang-orang raksasa (nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
Sebelum nas ini dituliskan, pada Kejadian 5 diceritakanlah silsilah dari Adam sampai Nuh. Dalam silsilah itu dituliskanlah:
Kej 5:1-4
Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Set disebutkan. Lalu dimanakah Kain dan Habel?
Kain tidak disebutkan dalam silsilah itu. Kain disebutkan dalam silsilah di Kejadian 4.
Kain ini telah dihalau dari hadapan Tuhan. Jika membaca alur di Kejadian 4 dan Kejadian 5, maka saya menduga Kain ini terusir dari hadapan Adam juga. Kain kemudian membangun silsilah keluarganya tersendiri.
Di sisi lain, silsilah keluarga Adam dimulai dari Set yang disebutnya sebagai anak pengganti Habel.
Jadi maksudnya apakah?
Saya menduga 'anak-anak Allah' adalah keturunan Set, sedangkan 'anak-anak manusia' adalah keturunan Kain.
Mengapa keturunan Set disebut 'anak-anak Allah'?
Saya berkeyakinan kata 'anak-anak Allah' ini bukan mengacu ke makhluk supranatural.
Saya adalah anak Allah, kawan-kawan semua para pembaca juga pastilah anak-anak Allah.
Darimanakah sebutan anak-anak Allah ini kita peroleh?
Bukankah kita memperolehnya dari suatu Perjanjian, yaitu Perjanjian Baru yang dimeteraikan oleh darah Kristus?
Karena saya membuat perjanjian dengan Allah melalui Yesus Kristus, maka saya berhak disebut anak Allah (dan karena Roh Kudus berkarya di dalam diri saya maka saya memanggil Allah sebagai Bapak).
Ada 2 hal menarik di seputar nas ini.
Pertama,
Kej 5:26
Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN
Menarik sekali bahwa nama TUHAN mulai diperkenalkan di sekitar zaman Enos.
Saya berkeyakinan bahwa nama TUHAN diberikan dalam konteks Perjanjian.
Di dalam era Taurat, nama YHVH adalah nama yang diucapkan setiap kali Imam Besar memercikkan darah ke tabut pendamaian. Jadi nama YHVH adalah nama untuk perjanjian.
Saya tidak mengatakan bahwa nama TUHAN di Kejadian 4 itu pasti YHVH. Belum tentu. Tuhan bisa saja menyatakan suatu nama lain bagi masa Enos. Yang saya maksud adalah prinsipnya sama, bahwa nama Allah digunakan dalam perjanjian.
Ada kemungkinan di masa Enos, Allah membuat perjanjian dengan keturunan Set (atau mungkin juga dengan Set itu sendiri). Dalam konteks perjanjian, keturunan Set disebut anak-anak Allah.
Kedua,
Kej 6:3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja
Ini juga menarik.
Sesudah nephilim banyak dilahirkan, muncullah firman tersebut.
Jika saya bertanya, 'Kalau begitu, apakah sebelum era nephilim itu maka Roh Allah tinggal di dalam manusia?'
Dari indikasi kalimatnya ya begitu.
Saya menduga Allah membuat perjanjian dengan keturunan Set dan Roh Allah pada masa itu masih diam berkarya pada keturunan Set.
-----
Di sisi lain, keturunan Kain tidak mengikat perjanjian khusus dengan Allah (selain Kain itu sendiri). Karena mereka tidak punya perjanjian dengan Allah, maka mereka disebut anak-anak manusia.
Kain adalah pembunuh Habel.
Alkitab mengatakan di dalam diri Kain itu dosa berbicara dengan sangat kuat dan Kain membiarkannya.
Kej 4:6-7
Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Tuhan sendiri langsung menasihati Kain namun rupanya Kain tidak mendengarkannya.
Yohanes berkata tentang Kain:
1 Yoh 3:12
bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar
Yohanes mengatakan bahwa Kain memiliki hati yang jahat hingga segala apa yang dikerjakannya mengandung kejahatan.
Mengapa sih persembahan Kain ditolak Allah?
Apakah karena sayur-mayur? Apakah karena sayur merupakan hasil dari tanah yang dikutuk?
Menurut saya, persembahan Kain ditolak karena persembahan itu diberikan oleh orang yang hatinya tidak baik.
Tuhan Yesus berkata bahwa suatu persembahan sia-sia saja diberikan jika yang mempersembahkannya memiliki ganjalan yang belum diselesaikan terhadap orang lain.
Paulus mengatakan bahwa percuma saja seorang memberikan apapun jika ia tidak memiliki kasih dalam dirinya. Segala persembahan itu jadi tidak berfaedah.
Saya meyakini Kain ditolak persembahannya karena ia punya masalah terhadap Habel. Masalah ini membesar ketika persembahannya ditolak.
Masalah mental Kain itu kemudian menyebar pada keturunannya.
Pada saat Lamekh (dari garis Kain) hidup, kondisinya sudah chaotic.
Kej 4:23
Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.
Lamekh ini seorang pendendam. Ada kemungkinan 2 orang laki-laki memukul Lamekh. Apakah Lamekh tukang cari gara-gara?
Saya menduga pada zaman Lamekh, mayoritas penduduk bumi dari garis Kain hidup dalam degradasi moral.
Beberapa keturunan Set kemudian tertarik pada keturunan Kain. Mereka kawin dan hasil kawin campur ini mempengaruhi kualitas manusia secara keseluruhan.
Mungkin saja degradasi moral meluas pada keturunan Set sampai Tuhan menilai bahwa manusia sebatas 'daging saja'.
Nah, bagaimana dengan Nephilim?
Siapakah mereka itu?
Nephilim adalah hasil dari keturunan Kain dan keturunan Set yang mengalami degradasi moral, cenderung kedagingan dan hidup sekehendak hatinya yang jahat.
Apakah Nephilim itu terkesan supranatural?
Tidak juga.
Nephilim hanya tidak muncul di zaman Nuh.
Nephilim juga ada di zaman Musa.
Bil 13:33
Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa (nephilim), orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa (nephilim), dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.
Orang-orang raksasa di masa Musa itu bukan persilangan malaikat dan manusia. Mereka adalah orang-orang biasa yang memiliki kelainan genetik.
Mereka toh akhirnya bisa ditumpas oleh pasukan Yosua.
Daud dan para pahlawannya juga mampu mengalahkan para kaum raksasa ini.
Jadi harusnya tidak ada yang mistis dari Nephilim ini.
Harusnya tidak ada yang mistis dari Kejadian 6:1-4.
Malaikat tidak datang bersetubuh dengan perempuan hingga lahir benih persilangan.
Syukurlah Kitab Henokh tidak masuk dalam Kanon.
Meski begitu, Kitab Henokh bisa juga jadi bacaan yang bermanfaat.
Kitab Henokh juga menyatakan bahwa seorang Anak Manusia akan datang sebagai Mesias dan Sang Anak Manusia ini sesungguhnya telah ada bersama-sama Allah Maha Tinggi sebelum segala abad.
Pada saat Yesus Kristus berkarya, kitab Henokh telah menjadi bacaan populer orang Yahudi. Dengan menggunakan kata Anak Manusia, maka Tuhan Yesus menyatakan kepada orang Yahudi bahwa Ia adalah Mesias berdasarkan kitab Daniel dan kitab Henokh.
Tuhan Yesus memberkati
Langganan:
Postingan (Atom)
Faith of God
Markus 11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Konteks dari ayat ini adalah kisah pohon ara yang dikutuk...
-
Tema perpuluhan adalah tema kontroversial, karenanya menarik untuk dibahas. --------- Latar Belakang Saya berjemaat di Gereja karisma...
-
Markus 11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Konteks dari ayat ini adalah kisah pohon ara yang dikutuk...